Profil

Wisata Wayang adalah sebuah brand dari Paguyuban Pengrajin Wayang Kulit Pucung. Pucung adalah nama desa yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai Pengrajin Wayang Kulit. Mereka mendapatkan keahlian membuat wayang kulit dari warisan nenek moyang. Oleh karena itu Desa Pucung dinobatkan sebagai Sentra Kerajinan Wayang Kulit oleh Pemerintah Kabupaten bantul.

Desa Wisata Wayang Kulit Pucung terletak di Kelurahan Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kurang lebih berjarak dua kilometer dari Makam Raja-raja Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Dengan kondisi alam berupa pegunungan, Desa Wisata Pucung memiliki banyak keindahan alam yang masih asri seperti Air Terjun Banyunibo dan Gardu Pandang Puncak Petruk yang menyajikan pemandangan Kota Yogyakarta.

Melalui Wisata Wayang, Paguyuban Pengrajin Wayang Kulit Pucung ingin melestarikan budaya wayang kulit agar tidak punah tersisihkan oleh budaya modern. Wisata Wayang ingin memberikan edukasi kepada masyarakat luas, khususnya kepada generasi muda, agar mereka tahu, memahami dan kemudian peduli terhadap warisan budaya nusantara ini menjadi bagian hidup dalam keseharian mereka.

Sejarah                 :

Berawal dari kegelisahan yang muncul di kalangan para pengrajin wayang kulit Pucung terhadap generasi penerusnya, Wisata Wayang dibentuk. Sebagai pemegang tongkat estafet, mayoritas generasi muda desa Pucung tidak memiliki keahlian membuat wayang kulit. Banyak faktor yang mempengaruhi generasi muda kurang peduli terhadap warisan nenek moyang mereka tersebut. Antara lain, faktor internal karena kurangnya pengenalan dini dan aplikasi oleh orang tua yang berdampak pada perspektif generasi muda terhadap wayang kulit dan faktor eksternal dikarenakan oleh pengaruh budaya modern.

Untuk menghindari punahnya keahlian membuat wayang kulit, para pengrajin dan generasi muda berdiskusi mencari solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Ibarat pepatah, sekali mendayung dua tiga pulau terlampui, solusi yang diperoleh tidak hanya untuk regenerasi tetapi juga untuk edukasi wayang kulit bagi masyarakat luas. Para pengrajin dan pemuda sepakat untuk membuat desa wisata yang dilandasi kesatuan visi melestarikan budaya wayang kulit dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Budaya adalah identitas diri, melestarikan budaya turut memperkokoh jati diri.

 

Visi

" Melestarikan budaya wayang kulit dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat "

Misi

  • Internal : Regenerasi

- Pengenalan dini budaya wayang pada generasi muda
- Menyediakan fasilitas belajar tatah sungging bagi generasi muda
- Memberikan reward untuk generasi budaya muda yang perprestasi

  • Eksternal : Edukasi masyarakat luas tentang budaya wayang kulit

- Edukasi  budaya wayang kulit kepada masyarakat luas melalui jejaring sosial
- Menyediakan wisata budaya wayang, berupa belajar tatah dan sungging bagi masyarakat luas
- Menyediakan Pusat Informasi Wayang, museum dan Perpustakaan Wayang sebagai sarana bagi masyarakat untuk lebih mengenal budaya wayang kulit

 Nilai-nilai            :

  • Nguri-uri kebudayaan Jawa
  • Berkarya untuk kesejahteraan bersama

 

Slogan                  :

" Aku, ksatria budaya "